Apa Yang Dipikirkan Oleh Solskjaer

Ole Gunnar Solskjaer named as Cardiff City manager - video

Apa Yang Dipikirkan Oleh Solskjaer – Ole Gunnar Solskjaer telah membuat dirinya tetap dikenal sejak pensiun dari sepakbola, pertama kali adalah saat dia menjadi pelatih tim cadangan Manchester United, kemudian dia menjadi manajer di Molde. Klub asal Norwegia itu tak pernah memenangi liga sebelum dia ditunjuk menjadi manajer mereka, dan selama 100 tahun mereka tak pernah merasakan nikmat juara. Namun Solskjaer berhasil membuktikan kapasitasnya saat membawa Molde menjuarai liga Norwegia secara beruntun di dua musim pertamanya. Dan diakhir musim ketiga bersama Molde, Solskjaer menjuarai Piala Norwegia.

Bagi orang yang mengikuti Manchester United, sukses manajerial Solskjaer mungkin tak mengejutkan. Dari pengamatan semua orang, dia adalah pembelajar yang baik saat masih menjadi pemain. Dia dulu sering menulis catatan setiap sesi latihan dengan selalu mempersiapkan karir manajerial di masa depan sebagai tujuan. Sir Alex Ferguson mengakui bahwa dia menaruh Solskjaer di bangku cadangan karena dia adalah pembaca pertandingan yang baik, dia bisa mencari kelemahan lawan hanya pada 10 menit waktunya bermain.

Fans Manchester United pasti pernah berpikir bahwa suau hari dia akan kembali ke Old Trafford sebagai manajer. Namun bagaimanapun juga, sebelum dia kembali ke theatre of dreams, dia harus mencicipi pengalaman manajerial di premier league terlebih dahulu.

Solskjaer nampaknya juga ditawari oleh Sir Alex Ferguson untuk suatu saat kembali ke Old Trafford sebagai manajer. Di biografinya, dia pernah memberi nasihat kepada Steve McClaren, mantan asistennya saat ingin menjadi manajer penuh.

Dalam buku tersebut dia memberi nasihat pada Steve : saat mau menjadi manajer di sebuah klub, kamu harus tahu bahwa kamu sedang berada di klub yang tepat, dan pemilik yang tepat. Dua hal itu adalah yang terpenting. Selalu menjadi yang terpenting.

Aston Villa sempat akan menjadikan Solskjaer sebagai manajer mereka tapi waktunya tidak tepat karena dia masih memiliki komitmen di Norwegia. Dia juga merasa struktur yang dimiliki Villa bukanlah tempat yang tepat baginya untuk meraih kesuksesan disana.

Saat pertama kali dia dihubungkan dengan pekerjaan sebagai manajer Cardiff, bekerja untuk Vincent Tan, ada banyak spekulasi yang merebak. Tan adalah pemilik yang mengganti kostum utama tim dari biru ke merah, yang seenaknya saja masuk ke ruang ganti pemain dan seenaknya membagi bonus, dan yang mengatakan pada manajer untuk lebih sering mengintruksikan pemainnya melakukan tendangan dari garis setengah lapangan, dan juga pemilik klub yang menginginkan pemain dengan tanda lahir angka 8 di hari lahirnya karena angka 8 adalah nomor keberuntungan bagi orang Malaysia, pemilik klub yang memecat kepala rekurtmen dan menggantinya dengan pria 23 tahun yang merupakan teman dari anaknya sendiri (hingga akhirnya orang itu meninggallkan pekerjaan barunya karena tak mendapatkan visa kerja), Vincent Tan juga mencemooh timnya sendiri saat timnya membuang keunggulan dua gol.

Apapun yang  membuatnya berani mengambil resiko di Cardiff, tak diragukan lagi bahwa keputusannya kembali ke Premier League akan membuat liga berjalan makin menarik. Dia adalah anak didik Ferguson keenam yang pernah menjadi atau masih menjabat sebagai manajer di Premier league.