GUstavo Poyet Akan Urus Bertahan Lebih Dulu

Pelatih asal Uruguay itu yakin mengamankan status bermain di Liga Premier Inggris merupakan tujuan nyata dari The Black Cats akan tetapi sang pelatih mengakui dirinya senang melihat pemainnya semakin merasa percaya diri.

Gus Poyet mengakui bahwa bertahan di Liga Premier Inggris masih menjadi agenda utama bagi Sunderland pada musim ini, terlepas dari keberhasilan mereka dalam kompetisi piala.

The Black Cats sedang bersiap menghadapi final Piala Capital One kontra Manchester City pada tanggal 2 Maret mendatang dan hanya satu laga tandang saja untuk memastikan satu tempat untuk kunjungan ke dua ke Wembley pada musim ini setelah berhasil meraih kemenangan 1-0 di Piala FA atas Southampton.
Terlepas dari gol Craig Gardner di babak kedua yang mengantarkan Wearsiders lolos ke perempat final Piala FA, Poyet menegaskan dirinya dia akan menukar parade dengan bus terbuka untuk finis di posisi ke 17 di Liga Premier Inggris.

“Saya, saya lebih suka tinggal di Liga Premier. Itu lebih baik daripada memenangkan piala.”
“Hari kami tiba untuk pertama kalinya di tempat latihan hanya ada satu hal dalam pikiran saya dan itu adalah Liga Barclays Premier. Saya harus jujur ​​bahwa saya bahkan tidak berpikir tentang piala pada saat itu.”

“Saya ingin mereka (para pemain Sunderland) untuk merasa bahwa kami bisa memenangkan pertandingan dengan siapa pun di lapangan, dengan bentuk apapun, melawan siapapun. Kemudian kamu merasa ketika kamu berada di terowongan, sebagai satu grup dari pemain kami berpikir ‘kami bisa menang hari ini.”

“Saya tidak berpikir ada perasaan bahwa ketika saya tiba di sini, saya pikir itu adalah rasa takut atas lawan – mari kita tidak kalah. Ketika kamu bermain untuk tidak kalah, kamu memiliki peluang besar untuk kalah.”

Poyet membuat sembilan perubahan dari timnya yang kalah atas Hull di liga pada akhir pekan lalu dan pelatih tersebut mengakui bahwa sejumlah penampilan telah mengambil kesempatan mereka untuk membuatnya terkesan, termasuk Lee Cattermole.

Pemain lini tengah, yang hampir meninggalkan Stadium of Light pada bursa transfer bulan Januari kemarin, membuat start ke 100 bersama dengan klub dan pelatih yang berusia 46 tahun itu mengakui bahwa penampilannya membuat dia sakit kepala yang membahagiakan.

“Saya berpikir bahwa Lee Cattermole memiliki satu permainan yang sangat baik. Kamu tahu mengapa itu hal yang baik. Hal itu menyebabkan satu masalah dengan Liam Bridcutt sekarang. Itulah situasi terbaik yang bisa kami miliki.”

“Sebagai manajer, itu bagus. Para pemain ya, mereka punya satu masalah. Akan tetapi saya punya satu dilema yang baik untuk minggu depan di Arsenal, terutama mengetahui bahwa Liam tidak bisa bermain di final.”